DEWI SRI DAN PERTANIAN MODERN, PESAN KECAMATAN BAYAN DALAM PARADE KREATIF KEMERDEKAAN

By administrator 02 Sep 2026, 21:40:20 WIB Tramtibum
DEWI SRI DAN PERTANIAN MODERN, PESAN KECAMATAN BAYAN DALAM PARADE KREATIF KEMERDEKAAN

Purworejo, 29 Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai perlombaan, tetapi juga melalui kreativitas dalam memperkenalkan potensi daerah. Hal tersebut ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Bayan dalam Karnaval Kemerdekaan Parade Kreatif Kategori Instansi dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Purworejo, Sabtu (29/8/2026).

Dalam parade tersebut, Kecamatan Bayan mengangkat konsep pertanian modern yang berpadu dengan kekayaan budaya agraris. Berbagai peralatan pertanian ditampilkan sebagai bagian dari rombongan, mulai dari combine harvester, traktor roda empat, drone semprot, hingga pompa air tenaga surya.

Ada pemandangan yang menjadi perhatian dalam penampilan Kecamatan Bayan. Di atas combine harvester, hadir sosok Dewi Sri dan Betara Guru sebagai maskot yang membawa pesan tersendiri.

Dewi Sri diperankan oleh Camat Bayan, Yeni Astuti, S.STP., M.Sc., sedangkan sosok Betara Guru diperankan oleh Kepala Desa Dukuhrejo, Suhadi, S.Sos.

Kehadiran Dewi Sri tidak sekadar menjadi simbol dalam sebuah pertunjukan. Dalam budaya agraris, Dewi Sri dikenal sebagai simbol kesuburan, hasil panen, dan kemakmuran. Sementara itu, keberadaan alat-alat pertanian modern yang mengiringinya menggambarkan bagaimana tradisi dan teknologi dapat berjalan beriringan dalam menjawab tantangan pertanian masa kini.

Pesan yang ingin disampaikan pun sederhana namun kuat: pertanian tidak boleh berhenti pada tradisi, tetapi harus terus berkembang melalui inovasi dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri masyarakat.

Kemeriahan parade semakin lengkap dengan keterlibatan Kapolsek Bayan, jajaran Pemerintah Kecamatan Bayan, para Kepala Desa se-Kecamatan Bayan, serta BUMDesma Anugerah Pratama Bayan. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa kemajuan pertanian dan pembangunan wilayah membutuhkan kolaborasi banyak pihak.

Konsep yang dibawakan Kecamatan Bayan juga selaras dengan semangat Program Pitulungan, khususnya Ayem Petanine yang mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, serta Rame Pasare sebagai bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat dan pasar rakyat.

Melalui Parade Kreatif ini, Kecamatan Bayan tidak hanya ingin tampil meriah. Ada pesan pembangunan yang ingin disampaikan kepada masyarakat: bahwa desa memiliki potensi besar, pertanian memiliki masa depan, dan teknologi dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.

Dari Dewi Sri yang membawa simbol kesuburan, hingga drone dan mesin pertanian yang menjadi wajah inovasi, semuanya berpadu dalam satu cerita tentang Bayan yang menjaga tradisi sekaligus berani melangkah menuju masa depan.

Semangat tersebut sejalan dengan visi Purworejo Berseri — Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif.

???? Dari budaya kita belajar menjaga akar.
???? Dari teknologi kita belajar bergerak lebih maju.
???? Dari kebersamaan kita membangun masa depan.

Kecamatan Bayan — Tertib, Maju, dan Terdepan.

 Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka!




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment